Perkembangan Bahasa Anak



Nama   : Mia Arfiana
NIM    : A1D117023
PENDAHULUAN
Bahasa adalah segala bentuk komunikasi dimana pikiran dan perasaan manusia disimbolisasikan agar dapat menyampaikan arti kepada orang lain. Bahasa merupakan alat komunikasi untuk menjalin pertemanan, dan belajar banyak hal di sekitarnya. Melalui komunikasi anak akan akan mampu membentuk dan membangun suatu pemahaman pengetahuan baru tentang berbagai hal. Hal ini menunjang kepercayaan diri anak dalam memasuki lingkungan yang baru. (Wiguna dan Noorhana, 2001). Anak-anak yang berada pada tahap usia dini, sudah mampu berbahasa dan mensimbolisasikan obyek-obyek melalui kata-kata. Akan tetapi pemikiran mereka masih bersifat egosentris. Artinya masih bersifat pada diri mereka sendiri. Dengan demikian walaupun dia sudah mampu menggunakan kata-kata untuk mensimbolisasikan obyek tapi ia tidak mengetahui bahwa satu obyek, benda dapat dideskripsikan oleh lebih dari satu kata/ konsep dapat dikenakan pada benda lain. (Fawziah Aswin Hadis, 2000:31). Anak adalah makhluk peniru (imitator), ia mencontoh orang lain di sepanjang kehidupannya. Tatkala masih berusia anak-anak dorongan untuk meniru orang lain itu bersifat amat kuat. Kemampuan imitasi anak menjadi modal penting dalam perkembangan bahasanya. Anak senang meniru bunyi-bunyi tertentu ataupun ucapan-ucapan orang-orang sekitarnya.

PEMBAHASAN
Nama : Athar Faiz Al Arkhan
Umur : 4 tahun 1 bulan
Athar merupakan seorang anak yang menjadi objek pengamatan. Pada saat melakukan pengamatan Athar sedang asyik menggambar di buku gambarnya. Dworetzsky (1990) menyatakan bahwa dalam kehidupan manusia mengalami perkembangan bahasa melalui dua tahapan, yakni pralinguistik dan linguistik. Periode pralinguistik adalah masa anak sebelum mengenal bahasa, atau mampu berbahasa. Saat bayi mulai tumbuh, secara berangsur-angsur ia mengembangkan bahasanya melalui urutan lahap demi tahap. Seedangkan periode linguistik memiliki 4 tahap, yaitu:
1.    Fase Holofrase : usia 12 bulan
2.    Fase lebih dari satu kata : usia 12-18 bulan
3.    Fase pengembangan tata bahasa : usia 3-5 tahun
4.    Fase tata bahasa menjelang dewasa : usia 6-8 tahun
Pada usia 4 tahun termasuk ke dalam tahap linguistik pada fase tiga, keterampilan anak dalam berbicara mulai lancar dan berkembang pesat. Dalam berbicara anak bukan saja menambah kosa katanya yang mengagumkan akan tetapi anak mulai mampu mengucapkan kata demi kata sesuai dengan jenisnya, terutama dalam  pemakaian kata benda dan kata kerja. Anak mulai dapat mengkritik, bertanya, menjawab, memerintah, memberitahu, dan bentuk-bentuk kalimat lain. Anak usia 4 tahun telah memiliki kosakata sebanyak 1400 sampai 1600 kata. Anak yang saya amati (Athar) sudah dapat menyusun kata menjadi kalimat, dapat berkomunikasi dengan baik ketika diajak berbicara anak tersebut membalasnya sesuai dengan apa yang sedang dibicarakan dengan ekspresinya seperti tersenyum, tertawa dengan nada berbicara terkadang halus dan terkadang kuat. Dan ketika selesai menggambar athar memerintah untuk mengambilkan pewarna untuk mewarnai hasil gambarnya. Maka hal ini athar sudah dapat memerintah untuk mendapatkan pewarnanya.
Karakteristik kemampuan bahasa anak usia 4 tahun menurut Martini Jamaris, 2006:32 adalah
a. Terjadi perkembangan yang cepat dalam kemampuan bahasa anak. Anak sudah dapat menggunakan kalimat dengan baik dan benar.
b. Telah menguasai 90% dari fonem dan sintaksis bahasa yang digunakan.
c. Dapat berpartisipasi dalam suatu percakapan. Anak sudah dapat mendengarkan orang lain berbicara dan menanggapi pembicaraan tersebut.
Dengan demikian karakteristik ini penting diketahui sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan anak yang membutuhkan perhatian dari orang dewasa, sehingga nantinya akan tumbuh anak-anak yang diharapkan.


DAFTAR PUSTAKA
Patmonodewo, S. (2000). Pendidikan anak prasekolah. Rineka Cipta bekerjasama dengan Departemen Pendidikan & Kebudayaan.
Zubaidah, E. (2004). Perkembangan bahasa anak usia dini dan teknik pengembangan di sekolah. Cakrawala Pendidikan, (3).
Rahman, U. (2009). Karakteristik perkembangan anak usia dini. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan12(1), 46-57.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 3 (Strategi Pembelajaran Keterampilan Menyimak di Sekolah Dasar)

Materi 8 (Hakikat membaca dan membaca sebagai proses)

Materi 6 (Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbicara)