Materi 3 (Strategi Pembelajaran Keterampilan Menyimak di Sekolah Dasar)
STRATEGI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK di SEKOLAH DASAR
A. Pengertian Strategi Pembelajaran Menyimak
Strategi pembelajaran keterampilan menyimak adalah seni merancang tindakn pelaksanaan proses pembelajaran yang mengenai kemampuan menginformasikan kembali pemahamannya melalui keterampilan berbicara maupun menulis.
B. Menyimak dalam pengajaran bahasa: David Nunan
·
Proses mendengar dasar
Mendengar
adalah mengasumsikan kepentingan yang lebih baik dalam kelas-kelas bahasa
asing. Menyimak merupakan pokok dari pembicaraa. Dua pandangan menyimak telah
mendominasi pendagogi bahasa sejak awal tahun 1980. Yaitu bottom up dan top down view.
· · Menyimak dalam praktik
Untuk memerikan
para pendengar suatu tingkatan control mengenai konten pelajaran dan untuk mempersonalisasi konten sehingga dapat membaca sesuatu dari mereka dalam tugas
merupakan tantangan bagi pengajar dalam kelas mengajar. Banyak cara dimana
menyimak dapat dipersonalisasikan. Contohnya, untuk memperluas keterlibatan
pelajar dengan menyediakan tugas-tugas berkepanjangan yang mengambil materi
menyimak sebagai point permulaan menuntun pelajar ke dalam menyediakan konten
itu sendiri. Contohnya, semua murid mendengarkan, menggambarkan pekerjaannya,
dan kemudian membuatsatu pertanyaan untuk meng-interview orang tersebut.
C. Hasil
Pembelajaran Listening: John Field
Sejak
akhir tahun 1960 pemeratik menyadari pentingnya menyimak dan mulai mengatur
waktu untuk mempraktikan kemampuan. Format standar pelajaran menyimak yang
berkembang pada saat ini.
1. Pre-listening
·
Kata kritis
Di kehidupan nyata,
pelajar tidak dapat menduga kata yang tidak dapat diketahui untuk dijelaskan
dengan cepat, mereka harus belajar untuk mengatasi situasi dimana satu bagian
yang kita dengan tidak familiar.
·
Aktifitas pre-listening
Satu harus melengkapi
dua tujuan simple pada saat pre-listening
1) Untuk
menyediakan konteks yang sufisien untuk mencocokkan apa yang akan berlaku di
kehidupan nyata
2) Untuk
menciptakan motivasi
3) Hal-hal
ini dapat di capai paling cepat lima menit
2. Listening
·
Jasa intensif/ekstensif
Beberapa teoritis
berpendapat bahwa hal ini tidak natural karena dikehidupan nyata mendengar
hanya sekali. Tapi saat mendengarkan kaset di kelas bahasa adalah buatan.
·
Pertanyaan preset
Dengan mempreset
pertanyaan komprehensi, kita dapat memastikan bahwa pelajar mendengar dengan
tujuan yang jelas, dan bahwa jawaban mereka tidak tergantung pada ingatan.
·
Tugas listening
Yang lebih efektif dari
pada pertanyaan komprehensif tradisional adalah praktik yang mutakhir dalam
menyediakan tugas dimana pelajar melakukan sesuatu dengan informasi yang telah
mereka serap dari teks.
3. Post
listening
Bagian
post listening, menanyakan kepada pelajar untuk menyimpulkan arti kata baru
dari materi yang mereka tampilkan sebagaimana mereka kerjakan dalam membaca.
Prosedurnya adalah untuk menulis kata target di papan, mengulangi kalimat yang
mereka ketahui, dan meminta pelajar untuk mencari artinya.
D. Menyimak di Kehidupan Nyata
1. Penggunaan alat pencipta waktu
Alat ini digunakan untuk menumbuhkan waktu bagi pembicara sehingga dapat menyusun apa yang akan dikatakan selanjutnya pada pidato spontan.
2. Penggunaan alat-alat fasilitas
Alat lain untuk memfasilitasi produk pidato adalah penggunaan kata sela. Kelancaran dalam pidato berhubungan dengan rumus bahasa yang digunakan menyangkut dua hal yaitu mengingat urutan dan stem kalimat leksikal.
3. Pengunaan alat kompensasi
Tiga tipikal cara untuk membangun kelebihan dan membantu membebaskan ingatan adalah dengan cara pengulangan, pembentukan ulang, dan penyusunan ulang.
4. Implikasi pendagogik
Harus mengerti bahwa alat ini untuk memfasilitasi produk pembicara dan proses mendengar pidato, dan tidak menarik perhatian pendengar atau untuk mengahalangi pengertian.
Komentar
Posting Komentar