Materi 5 (Hakikat Berbicara)

Hakikat berbicara
A.    Pengertian berbicara
Berbicara adalah proses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud ujaran (1990 : 20). Ujaran yang dimaksud adalah bunyi-bunyi bahasa yang bermakna. Kebermaknaan menjadi suatu keharusan jika bunyi bahasa tersebut ingin dikategorikan sebagai kegiatan berbicara.
Ada beberapa hal yang perlu diungkapkan berkaitan dengan batasan berbicara.
1.      Berbicara merupakan ekspresi diri
2.      Berbicara merupakan kemampuan mental motoric
3.      Berbicara merupakan proses simbolik
4.      Berbicara terjadi dalam konteks ruang dan waktu
5.      Berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang produkti
Beberapa prinsip umum berbicara menurut Tarigan (1983 :16), yaiu :
a.       Membutuhkan paling sedikit dua oang
b.      Mempergunakan studi linguistic yang dipahami bersama
c.       Merupakan suatu pertukaran peran anatara pembicara dan pendengar
d.      Berhubungan dengan masa kini
B.     Tujuan dan jenis berbicara
1.      Tujuan berbicara
a.       Tujuan sosial
Kegiatan berbicara sebagai sarana untuk membangun konsep diri, eksistensi diri, kelangsungan hidup, memperoleh kebahagiaan, dan menghindari tekanan serta ketegangan.
b.      Tujuan ekspresif
Bahasa dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan pembicara kepada orang lain.
c.       Tujuan ritual
Bahasa dalam komunikasi ritual merupakan bahasa yang sudah baku. Baku bukan dalam arti sebagai mana yang sesuai dengan kaidah kebhasaan
d.      Tujuan instrumenta
Kegiatan berbicara digunakan sebagai alat untuk memperoleh sesuatu. Ada 5 tujuan berbicara yaitu:
a.        Berbicara dengan tujuan meyakinkan pendengar
b.      Berbicara dengan tujuan mempengaruhi pendengar
c.       Berbicara dengan tujuan memperluas wawasan pendengar
d.      Berbicara dengan tujuan memberi gambaran tentang suatu obyek
e.       Berbicara dengan tujuan menyampaikan pesan tersirat
2.      Jenis berbicara
Berdasarkan situasi berbicara dikelompokkan menjadi dua yaitu berbicara formal dan berbicara nonformal. Berdasarkan keterlibatan pelakunya, berbicara dikelompokkan menjadi dua yaitu, berbicara individual dan berbicara kelompok. Berdasarkan alur pembicaraannnya, berbicara dikelompokkanmenjadi dua yaitu berbicara monologis dan berbicara dialogis.
C.     Peranan berbicara dalam keseharian
Dalam kehidupan sehari-hari, berbicara yang digunakan adalah pembicaraan nonformal. Situasi berbicara nonformal tidak seketat berbicara formal. Jika berbicara formal dibatasi ruang dan waktu, sittuasi dalam berbicara nonformal tidak terbatas ruang dan waktu.
D.    Kaitan berbicara dengan keterampilan berbhasa lainnnya.
1.      Hubungan berbicara dengan meyimak
Beberapa hal yang perlu diungkapkan berkaita dengan hubungan berbicara dengan menyimak.
a.       Seorang anak belajar berbicara dimulai degan menyimak
b.      Terjadinya pergantian peran antara penyimak dengan pembicara
c.       Kemampuan berbicara dijadikan tolok ukur kemampuan menyimak
d.      Berbicara dapat  dijadikan bentuk reproduksi dari proses menyimak
2.      Hubungan berbicara dengan membaca
Beberapa hal yang berkaitan dengan hubungan antara keterampilan berbicara dengan membaca
a.       Berbicara dapat dijadikan bentuk reproduksi dari proses membaca
b.      Pada orang dewasa peningkatan kemampuan berbicara dapat dilakukan melalui proses membaca
c.       Membaca dapat menjadi sarana efektif dalam memandu kegiatan berbicara
3.      Hubungan berbicara dengan menulis
Beberapa hal yang berkaitan dengan hubugan antara berbicara dengan menulis
a.       Kemampuan menulis dapat dijadikan sarana pendukung bagi kemampuan berbicara
b.      Menulis sangat diperlukan dalam kegiatan berbicara dialog

Berbicara Sebagai Proses
A.    Pengertian berbicara sebagai proses
Proses berbicara dimulai dari pembicara menyampaikan pesan. Melalui media, pesan tersebut diterima oleh pendengar. Dalam berbicara monologis, proses berbicara berakhir pada pendengar. Pembicara menyampaikan pesan dan berakhir ketika pendengar dapat menerima dan memaknai pesan.
Berbicara sebagai proses adalah kegiatan berbicara yang dimulai dengan proses simbolisasi pesan dalam diri pembicara untuk disampaikan kepada pendengar melalui sebuah media.
B.     Tahap-tahap dalam berbicara
1.      Persiapan
Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang pembicara, yaitu penentuan topik, penentuan tujuan, pengumpulan reerensi, penyusunan kerangka dan berlatih.
2.      Pelaksaan kegiatan berbicara
Secara umum, pelaksanaan kegiatan berbicara dapat dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu:
a.       Pembukaan
b.      Pembahasan pokok
c.       Penutup
3.      Evaluasi
Ada kalanya evaluasi perlu dilakukan untuk mendapatkan masukan tentang kegiatan berbicara yang telah dilakukan seorang pembicara. Dengan masukan tersebut seorang pembicara dapat menentukan kualitas pembicaranya.


Komentar